Bayangkan, anda dapat lotere 1 juta dolar. Senang tidak?Sangat tentunya. Atau anda dapat BMW terbaru on the road. Bagaimana?.Wah, bisa cengar-cengir sendiri seharian. Ya, dapat sesuatu yang hebat dengan menggunakan sedikit tenaga memang sangat nyaman. Tapi, apa yang bisa? Maksudnya lebih pada berapa persentase hal tersebut akan terjadi. 1 banding 20 juta?. 1 banding 1000?. Atau malah 1 banding tak terhingga. Kita harus sadar, lotere itu (dalam bentuk apapun) tentunya diiminati sangat banyak orang. Jadi ya sadar saja untuk tak terlalu berharap menang lotere. Terus apa hubungannya dengan judul di atas?.
Begini, saya akan ngomong dengan batasan-batasan saya sebagai mahasiswa. Mahasiswa tentunya berharap, merangan-angan, bercita-cita akan sukses setelah lulus. Dan sukses itu tentunya harus dibedakan dengan lotere. Mengapa? karena saya lihat telah terjadi pergeseran idelisme mahasiswa yang terjadi akhir-akhir ini. Banyak mahasiswa yang cuma kongkow-kongkow saja, ga pernah kuliah, apalagi ngurusi catetan, dan paling banter hanya masuk kuliah kalau pas ujian atau kuis saja. Tapi ya tetep punya cita-cita jadi pejabat and punya gaji tinggi. Wah, memang susah. Tentunya para mahasiswa tersebut juga punya alasan sendiri berbuat seperti itu. Saya bukan bermaksud menjustifikasi, orang ounya hak sepenuhnya kok untuk hidup berdasar kemauan dan kemapuannya. Ya silahkan saja…..ya terserah saja…..
Cuma jadi sedikit teringat syair Chairil Anwar “Nasib adalah kesunyian masing-masing”.Jadi jelas sudah, saya mau jadi apa besok, anda mau kerja apa besok, kita dapat duit berapa kalau kerja besok, kita jadi bos atau pekerja, itu sepenuhnya dari usaha kita. Tapi benar, kuliah bukan satu-satunya usaha yang harus dilakukan. Hidup memang perjuangan. Mari berjuang…..