Karena cinta dan sayang ku ternyata semu.
Jika kamu sekarang terlepas, jauh dariku.
Seandainya, kamu lebih sedikit kupuja, lebih lama ku punya.
Kehilangan adalah penyesalan, dalam, karena terpisah.
Kehilangan adalah sesak di dada, banyak hilang, banyak air mata.
Dimana akan kutemukan? Dimana akan tersandarkan?
Diam, aku terpaku menunggumu pulang.
Kosong pikiran dalam sesaat ini, karena pencapaian itu lenyap bersamamu.
Hilang dalam sekejap, dan sepertinya waktu kita berkenalan memang tercatu.
Aku hanya menulis sekarang , menunggumu kamu pulang.
Di sini, di sampingku, lekat di hatiku.
Aku hanya berkata, aku hanya berkaca, aku hanya bertanya.
Apakah kamu masih pantas kumiliki?.
Pulang, aku menunggumu datang.