Enam bulan sudah Jaka merantau. Asa yang jadi semangat untuk terus maju, lambat laun meredup. Kini, setengah hati dia menjalani hidup di kota. Apa yang dicari selama ini, belum nampak juga pertandanya. Kemana lagi akan dicari. Jaka tak cukup akal untuk berpikir dan menerka arah yang sebenarnya harus dianut. Enam bulan sudah terlewati di kota. Tanpa selembar kemenangan ditorehkan. Jaka setengah gila memikirkan tujuan dan harapan kejayaan. Jaka kehilangan panutan, kekurangan pengalaman. Jejak langkah dan napak tilas sejak pertama kali diambahnya negeri asing ini sudah tiap jengkal diperhatikan. Muka masam pertanda gagal terbiaskan di wajah. Tak bisa dipungkiri, wajahnya sudah terlampau kusam untuk meneruskan pencarian. Jaka menenangkan nafsunya, berbisik pelan pada hati dan sanubarinya, sejenak terpikir untuk pulang.