Bayang matahari perlahan memendek, purnama hampir tiba.
empat jam kulalui tanpa beranjak dari dudukku.
Memikirkan hidup, dipaksa merenungi nasib.
Mungkin ini lebih baik.
Daripada harus ngantuk karena lamanya menunggu dia datang.
Lebih baik daripada sekedar melihat tubuh-tubuh indah yang bertebaran memperdayai mata.