Akhir-akhir ini marak terjadi demonstrasi yang menolak kedatangan Bush ke Indonesia tanggal 20 November yang akan datang. Kebanyakan tentu dari kalangan mahasiswa yang memang sejauh ini menguasai dunia perdemoan. Mengapa harus demo? Mengapa Bush ditolak masuk ke Indonesia?. Kalau saya lihat di berita TV, ada beberapa hal mendasar yang jadi alasan utama. Salah satunya adalah fakta yang tak terbantahkan tentang Amerika (yang dipimpin Bush) telah semena-mena “mengatur” dunia ini. Betapa negara adikuasa ini benar-benar memegang “tongkat sakti” (baca :uang banyak&akal “cerdik” –red) yang digunakan sebagai simbol kekuasaan dan kedigdayaan menguasai dunia, dan “tongkat sakti” ini siap dipukulkan ke siapa saja yang menghalangi sepak terjang Amerika ( atau Bush secara pribadi) menguasai dunia. Sebut saja ke Irak. Yang fakta menyedihkan tentang negeri ini teman-teman dapat lihat selama ini. Para pemdemo (dari beragam latar belakang organisasi kepemudaan, organisasi politik, ormas, BEM) tentu saja tidak menginginkan orang yang selama ini menjadi penjahat perang yang sesungguhnya, datang ke Indonesia. Selain faktor di atas, kedatangan Bush kali ini juga dirasa terlalu diistemewakan oleh pemerintah. Betapa tidak, uang 6 milyar dihamburkan “hanya” untuk membuat landasan helikopter di Kebun Raya Bogor. Padahal, kalau saya pribadi menilai, uang 6 milyar jauh akan lebih bermanfaat bila didermakan saja ke fakir miskin. Coba hitung akan ada berapa ribu orang, saya ulangi, akan ada berapa ribu orang yang akan terbantu. Daripada sekedar memuaskan Bush yang hanya akan di Indonesia tidak lebih dari 12 jam saja. Belum lagi masalah orang-orang yang harus berhenti (atau tepatnya disuruh berhenti) kerja (kayak tukang cendol, es doger,pedagang, dan lainnya). Memang sepertinya pemerintah harus mulai diingatkan agak “keras” kali ini. Selamat berdemo teman-teman. Sepertinya memang Bush ga usah aja datang ke Indonesia. Salam Perlawanan.