Lord Voldemort dalam film dan novel Harry Potter, seringkali disamarkan namanya dengan “he must not be named”. Ini dilakukan karena Lord Voldemort adalah dedengkotnya kejahatan yang kalau disebutkan namanya secara langsung dengan “Lord Voldemort” sepertinya akan membuat suasana menjadi mencekam dan marabahaya akan segera datang. “He must not be named” sudah dikenal secara luas oleh tokoh-tokoh yang ada di Harry Potter untuk “mengganti” nama Lord Voldemort. Nah, judul di atas sengaja saya tulis “It must not be named” (jd buka salah ketik). Judul di atas saya gunakan untuk menggantikan sebuah kegiatan di kampus saya yang sebentar lagi akan diadakan. Sepertinya tabu untuk menyebut “judul” acara itu secara langsung. Tapi yakinlah, kalau yang baca postingan ini anak geodesi ugm, pasti langsung nyambung acara apa yang saya maksud. “It must not be named” memang sudah menjelma seperti sebuah kutukan yang menghinggapi (setiap) orang yang akan melaksanakan. Baik yang “bertugas melaksanakan”, yang “ikut”, dan yang “melihat”. “It must not be named” menjadi acara yang (sangat) complicated untuk dilaksanakan, baik karena acaranya yang makan waktu sampai 1 minggu, jumlah yang “ikut” yang mencapai puluhan orang (lebih dari 50), dan “pengamat” yang datang juga tak kalah banyak. Persiapan matang mutlak diperlukan. Ini lebih karena untuk menangkal “efek samping” yang mungkin terjadi.
Hehe, buat yang baca posting ini dan ga kuliah di geodesi UGM, dan ga mudeng, ya di baca sadja..
Buat yang donk maksudnya….ya gitu deh…
salam perjuangan.