Orang, jadi lebih tua, adalah jadi bertambah dan berubah dalam banyak hal. Bertambah dapat berupa, tambah tinggi, tambah gendut, tambah cakep dan yang lainnya. Berubah dapat dicontohkan dengan berubah jadi lebih judes, berubah jadi lebih nakal, berubah jadi lebih alim dan yang lainnya juga.
Yang saya mau omongin kali ini adalah tentang PERUBAHAN. Begini ceritanya, saya punya temen dari sejak SMP, dan bareng ampe SMA. Sekarang dia kuliah di Jogja, satu kota dengan saya, tetapi tidak satu universitas. Tadi, baru saja ketemu, tidak sengaja, tidak bertegur sapa, tidak saling memperhatikan, karena kondisi yang tidak memungkinkan. Yang saya sangat SURPRISE adalah, dia jadi perokok. Ya, perokok, entah berapa batang roko dihabiskan tadi. Padahal selama saya kenal dia selama bareng sekolah di SMP dan SMA, dia adalah orang yang sangat sangat polos. Polos dalam artian tidak “kenal” cewek, tidak “nge-genk”, tidak ugal-ugalan dan yang seperti itulah. Bahkan sampai SMA. Saya benar-benar kaget tadi. Dia yang saya kenal dulu sebagai teman dengan karakter A sekarang mungkin jadi A+, atau mungkin sudah berubah huruf. Hem, saya jadi merasa diingatkan kembali, bahwa kita terbentuk jadi manusia yang seperti ini, seperti itu, tidak sekedar karena didikan ibu, perintah dan marahnya bapak, pelajaran dari guru dan dosen, TETAPI juga dari dengan siapa kita bergaul, dari dengan seperti apa kita melewati kehidupan kita pas saat kita tidak bersama keluarga, tidak bersama guru dan dosen, tetapi bersama si A, si B, si C dan banyak orang lain yang berbeda karakter dan latar belakang dengan kita. Saya pikir, itu ternyata jadi parameter (asik bahasanya) yang penting juga dalam “merubah” kita. O……ternyata.