Jaman sekarang, pendidikan semakin mahal. Hal ini tentu memberatkan bagi mahasiswa dan kelurga nya yang hidup pas-pasan. Dalam artian, biaya pendidikan kadang jadi masalah yang sulit dipecahkan. Karena kondisi inilah, kemudian, para mahasiswa, berlomba-lomba untuk mendapat beasiswa. Banyak alternative yang bias diambil. Apakah beasiswa prestasi, ato karena ekonomi. Yang ada di UGM dan sangat terkenal adalah beasiswa BOP. Ya, beasiswa BOP yang jumlahnya sekitar 1,35 juta per semester diberikan kepada ribuan mahasiswa UGM yang kondisi ekonominya kurang, atau dirasa berat untuk membiayai biaya kuliah yang jutaan itu. Maka dari itu, beasiswa BOP mensyaratkan adanya surat penghasilan orang tua, biaya bulanan di rumah dan files lain-lain sebagai lampiran. Harapannya tentu saja agar beasiswa BOP sampai pada sasaran yang tepat, yaitu mahasiswa dengan keadaan ekonomi pas-pasan.

Yang menarik kemudian adalah, ternyata, sejauh yang saya lihat faktanya, banyak teman-teman saya YANG KAYA (ekonomi mampu) berhasil mendapat beasiswa BOP. Temen saya yang naik motor, punya hp 2, punya PC di rumah, adiknya juga punya PC sendiri, bapak ibunya kerja, ternyata ya tetep dapet beasiswa juga. Atau dalam bahasa sederhana, kehidupan kesehariannya tidak terlihat dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan dan menjadikan dia BOLEH (berhak) mendapat beasiswa BOP. Sedangkan pada sisi lain, ada juga temen saya yang dari kondisi ekonomi memang pas-pasan malah tidak dapet. Udah ngajuin, udah wawancara, tapi gagal dan ga dapet beasiswa BOP. Saya sejujurnya TIDAK DAPAT MENERIMA keadaan ini. Beasiswa BOP seharusnya memang untuk mereka yang kesusahan. Oleh Karena itu juga, saya, dengan kesadaran diri, tidak mendaftar beasiswa BOP. Mengapa?. Bukan karena saya merasa mampu dan termasuk kaya, tapi karena saya melihat ada banyak teman-teman yang lebih layak dapet beasiswa BOP. Saya juga tidak habis pikir, mengapa, teman-teman saya yang mampu-mampu itu, tetep saja daftar beasiswa BOP, dan ternyata dapet beasiswanya. Apa ya mereka (yg kaya-kaya itu) ga mikirin tuh kalo mereka dapet beasiswa BOP, it means, mengurangi jatah 1 orang yang betul ga mampu buat dapet beasiswa BOP itu. Kenapa itu bisa terjadi ya?. Apakah memang syarat-syarat yang banyak itu tidak jadi pertimbangan?. Apa karena yang menentukan adalah wawancara yang dalam kenyataannya dapat juga diwarnai “kebohongan public”. Hem…..ya sudahlah, saya belum cukup dapat mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Mari saatnya bayar BOP……