Ketika anda atau saya jadi orang yang banyak omong, tentunya kita akan jadi pusat perhatian minimal untuk sekian waktu (walau sebentar) dari teman atau orang yang kita ajak omong. Pernah tidak berpikir bahwa sebenarnya orang juga menilai sikap kita ngomong, apa yang kita omongin, keterlibatan aktif dari pihak yang kita ajak omong, dan banyak hal kecil lain yang mungkin luput dari kita (yang berbicara) karena keasyikan banyak ngomong. Atau pernah sadar tidak bahwa yang kita omongin itu ringat banget, ga penting, tapi tetap dipaksakan untuk bisa diceritakan dan didengar orang lain, dan kesediaan orang lain untuk mendengarkan banyak omong kita itu ternyata sebuah keterpaksaan. Wah, bagaimana ini?. Masih doyan banyak omongkah?.

repost dari postingan dulu.