Saya yakin, anda tentu sudah tahu Google Earth (GE), itu lho software yang menyediakan data citra seluruh dunia, yang bisa diakses gratis. Layanan dari Google ini bahkan menyediakan citra IKONOS dan Quickbird yang beresolusi tinggi untuk kota-kota yang terkenal. Untuk wilayah indonesia, hampir seluruh obyek wisata terkenal dan ibukota propinsi sudah tersedia citra resolusi tinggi nya. Nah, jika anda mungkin baru sebatas melihat dan “jalan-jalan” ke obyek wisata dan kota terkenal dengan GE, mungkin anda bisa mulai mencoba untuk membuat sesuatu yang sederhana dari GE. Misalnya saja peta penggunaan lahan (peta yang isinya untuk mengetahui penggunaan lahan suatu wilayah, misalkan untuk pemukiman, lapangan bola, kawasan industri, dll). Nah, peta ini biasanya digunakan untuk analisa sederhana, bagaimana pemanfaatan lahan suatu wilayah. Bahkan jika tersedia peta dan data waktu terdahulu sebelum citra yang ada di Google Earth (Google Earth menggunakan data citra sekitar tahun 2004, setahu saya – cmiiw), maka dapat diketahui perubahan penggunaan lahannya. Yaitu dengan “mengurangkan” kondisi yang dulu dengan kondisi di citra Google Earth. “selisih” yang muncul, itulah perubahan lahan yang terjadi.

Untuk bagaimana proses pembuatan peta penggunaan lahan dengan GE, silahkan nanya om Google, seharusnya ada orang yang udah berbagi hal sederhana ini di Google. Dan jika tidak ketemu juga, silahkan tanya ke om yang lain, atau mau nanya ke om Farid Yuniar?…haha