Dulu, saat aku putuskan,
3 hari ke depan akan ku susuri hutan cemara di dekat samudera selatan,
kau putuskan untuk tetap di tidur mu.
Bersembunyi pada hujan.
Dulu, saat kuputuskan, tidur bersama di temaram malam berselimut dingin jauh di dalam rimba
kau putuskan untuk tidur di kasur empuk mu.
Saat ini,
saat aku kembali menyusuri cemara-cemara itu lagi,
kenapa kau putuskan ikut?
Saat ini, saat aku bernostalgia merenungi masa muda di semak dan hutan,
Kenapa kau munculkan muka mu di depan ku?

janji itu seolah kau ingkari,
seolah kau tutup masa lalu dengan tanpa apa-apa
saat ini, saat kesemuanya menjadi lebih dewasa
kau akhirnya berujar, teman adalah mereka yang mengerti aku
seandainya kau tahu,
cemara dan semak di selatan sana,
ternyata adalah teman-teman yang menjadikan aku seperti sekarang ini
seandainya kau tahu,
semak dan belukar di hutan itu,
yang menjadikan aku menjadi keluarga dalam masa ini.
Seandainya kau tahu,
janji-janji yang kau ingkari kemarin,
adalah bukti, siapa sebenarnya kamu,
Setidaknya di mataku.