Presiden SBY dan Ibu Ani membeli di Warung Kejujuran pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Monumen Nasional, Selasa (9/12) pagi.Presiden SBY dan Ibu Ani membeli di Warung Kejujuran pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Monumen Nasional, Selasa (9/12) pagi.

Hari Anti Korupsi Se-Dunia, demikian hari ini dinobatkan. Mungkin untuk tanda, bahwa di dunia, mungkin di Amerika, di Inggris, Di Mesir, di Indonesia tentu saja, perbuatan nista itu diperangi, dilumpuhkan, diberantas. Kejujuran sedang diperjuangkan untuk hadir dan mengakar di segenap penjuru.

Kejujuran? Iya, jujur, tidak bohong. Tak usah tanyakan definisi katanya, karena semua orang, saya yakin, di nurani nya, tahu dan memiliki kejujuran. Kejujuran adalah senjata ampuh melawan korupsi. Ya, bisa dipastikan seperti itu. Jika, seorang mahasiswa misalnya, jujur saat ujian, tidak mencontek, tidak tengok kanan-kiri, maka dia tidak sedang korupsi nilai. Jika penjual beras, sebagai contoh yang lain, tidak memodifikasi timbangannya agar beras yang dijual takarannya lebih sedikit dari yang seharusnya, maka dia tidak sedang korupsi uang dan penghasilannya. Jika pegawai negeri, berangkat tepat waktu dan pulang pada jam yang ditentukan, maka pegawai itu juga sedang memerangi korupsi.

Ada banyak hal, ada banyak cerita, dari yang kecil sampai yang besar. Tapi benang merah nya adalah, korupsi, dilakukan dimanapund an oleh siapapun tetaplah perbuatan nista, memalukan, merendahkan harga diri orang itu sendiri.

Saya ingat betul, AA Gym dulu sering kali mengingatkan ketika berceramah, ada tiga hal yang membuat sesuatu dapat sukses dilaksanakan:

1. Mulai dari kecil

2. Mulai dari diri sendiri

3. Mulai dari sekarang juga.

Mungkin bisa dicoba?

Jadi sudah siapkan anda untuk tidak korupsi?.

Selamat hari selasa, jika Pak SBY dan Bu Ani saja sudah menerapkan kejujuran pagi ini, bagaimana kita?