Dear semua,

Akhirnya bisa kembali ke blog ini. Senang rasanya. Bulan-bulan ini adalah bulan-bulan tersibuk dan paling berasa sepanjang hidup. Ya, saya harus mempersiapkan skripsi, harus pendadaran, dan alhamdulillah akhirnya lulus pendadaran tanggal 8 April 2009 dan saat ini sedang sibuk-sibuknya revisi agar bisa yudisium tanggal 24 mendatang. Lain waktu akan saya ceritakan masa-masa “mencekam” dua bulan terakhir ini.

Well, setelah menjalani kuliah hampir lima tahun, saya akhirnya mau lulus juga. Pertanyaan yang sering terlontar adalah “mau ke mana setelah ini?”. Ada banyak kawan dengan sedikit bercanda menyarankan, “masuk tambang dan minyak itu saja, duit cepet kumpul”. Yang lain tak kalah baik dalam memberi masukan, “coba cari beasiswa saja, siapa tahu dapet”. Hem, ternyata memang jalan panjang ke depan adalah perjuangan yang tidak kalah seru, menegangkan, dari sekedar menyelesaikan skripsi dan pendadaran. Haha, tapi apapun itu, masa depan memang harus diperjuangkan, dan itu saya akan bahas juga pada kesempatan yang lain.

Yang kali ini pengen saya share adalah, pengalaman dan nikmatnya kuliah selama hampir lima tahun. Ada banyak sekali yang saya dapet. Ilmu geodesi dan turunannya jelas jadi menu utama. Menu tambahan, pelengkap dan penambah rasa juga banyak ternyata. Setelah saya pikir, maka berorganisasi, nge game, pindah-pindah kos, ikut forum bola, dan lain lain dan lain lain adalah pelengkap kuliah selama lima tahun terakhir ini.

kampus

Ada kalanya memang, dan seringkali dinasihatkan, pengembangan hardskill dan softskill harusnya berjalan beriringan sehingga potensi diri termaksimalkan. Maka lima tahun terakhir ini, saya mencoba untuk melakukan hal tersebut. walau seringkali, dolan dan ngegame selalu menang dan menyita waktu. Tapi setidaknya saya masih lulus dengan IPK tiga koma (bukan tiga setengah koma lho… :mrgreen ).

Ya, lima tahun ini memang penuh warna. Saya merasakan hampir semua segmen-segmen hidup yang entah apakah akan terulang di masa depan atau tidak. Oleh karenanya, saya pastikan bahwa yang saya alami setidak nya terekam di otak ini, agar besok ketika mungkin diharapkan dapat jadi memoar masa depan, saya masih ingat dan syukur syukur mengambil hikmah darinya.

Dan akhirnya, saya hanya hendak bersuka cita sejenak, karena saya sudah lulus. Yang ada di depan biarlah tetap di depan, dan saya akan segera mencari dan berteriak, saya bisa….yang di belakang dan sudah terjadi, biarlah jadi yang di belakang….lembaran baru terlalu berharga untuk digadai dengan kenangan masa lalu yang memabukkan dan hanya bisa dikenang…haha…..