Saya di terima bekerja di badan yang mengurusi suvei pemetaan di Indonesia sebagai CPNS. Dari banyak cerita yang dihadirkan senior yang sudah bekerja, maka junior-junior yang akan lebih sering turun ke lapangan. Berkeliling ke seluruh pelosok Indonesia untuk melakukan kegiatan dan pekerjaan survei dan pemetaan. Walau baru akan mulai awal januari 2010, saya sudah sangat tidak sabar untuk memulai petualangan baru ini.

Dalam dunia survei dan pemetaan yang sudah dilakukan oleh badan tempat saya bekerja nanti, ada beberapa bagian atau jenis pekerjaan yang biasa di cover. Salah satu diantaranya adalah batas wilayah. Dari hasil wawancara kerja yang saya lakukan, kemungkinan saya akan bekerja di bidang ini, yang tentu saja sesuai dengan latar belakang pendidikan saya sebagai lulusan/alumnus Teknik Geodesi UGM. Kegiatan batas wilayah itu sendiri, meliputi pekerjaan survei dan pemetaan batas wilayah antarnegara dan antardaerah. Antarnegara tentunya meliputi delimitasi (penentuan dan penegasan) batas antara Indonesia dengan negara tetangga. Indonesia memiliki sepuluh negara tetangga yang berbatasan laut dan darat, yang masing-masing tentu harus dilakukan delimitasi batasnya. Mungkin isu-isu santer tentang batas wilayah seperti Ambalat, Perbatasan darat Indonesia dengan Malaysia di Pulau Borneo, batas darat dengan Papua New Guinea, perbatasan laut dan darat dengan Timor Leste sering muncul di televisi dan media massa. Disitulah nantinya, ranah pekerjaan yang akan saya kerjakan. Demilitiasi dan pegenasan batas antardaerah, meliputi delimitasi batas antar provinsi, antarkabutapen/kota, antardesa. Dimana kesemuanya memiliki aspek teknis pada delimitasi batasnya, dimana saya akan menjadi ahli teknis sesuai pendidikan saya. Bergerak di bidang batas wilayah juga tidak saja hanya bekerja di lapangan. Tetapi juga harus mengikuti banyak kegiatan pertemuan dan perundingan (khususnya untuk masalah teknis batas wilayah, seperti penggunaan peta, datum geodesi, dan lain-lainnya) dan seminar batas wilayah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

 (foto salah satu calon bos di kantor Pak Anas Kencana)

Melihat gambaran pekerjaan tersebut, tidak terbantahkan juga, saya tentukan akan membutuhkan alat-alat multimedia/gadget yang akan saya gunakan setiap hari nya terutama ketika harus mobile ke penjuru negeri. Saya tidak bisa membayangkan, misalnya, jikalau nanti saya tidak membawa notebook ketika akan melakukan pekerjaan batas wilayah. Bagaimana saya bisa mendokumentasikan apa-apa yang terjadi, menuliskan catatan harian penting yang akan jadi keyword dan key issue ketika harus menetapkan hasil final, proses data di saat itu juga dan back up datanya. Hal-hal di atas, hanya sebagian kecil dari pekerjaan yang harus dilakukan yang tentu saja membutuhkan peralatan, utamanya notebook untuk bekerja. Ketika harus ke daerah atau mungkin bahkan ke luar negeri untuk mengikuti pertemuan dan seminar misalnya, netbook akan jadi solusi yang sangat bagus ketika dihadapkan harus membaca laptop yang bisa dibawa kemana-mana.

Size is matter. Mungkin ini masalah yang kemudian muncul jika saya harus ke pelosok hutan, harus naik bukit dan ke puncak gunung untuk melakukan pemetaan dan survei lapangan. Jika saya membawa notebook saya saat ini, misalnya, yang ukuran layarnya 14 inch, dan beratnya yang lumayan, tentunya akan merepotkan juga. Disaat harus membawa alat-alat survei yang banyak dan berat, membawa notenbook ukuran 14 inch dengan berat yang dipunya, tentunya akan jadi kendala tersendiri. Itu belum termasuk daya tahan baterei notebook yang cuma dua jam.

Maka itu, saya sempat dan memang berkeinginan untuk mempunyai netbook. Sebuah laptop berukuran kecil, ringan, dan tentunya dapat dibawa kemana-nama dengan mudah. Mendengar kata netbook, eee PC ASUS tentu saja langsung muncul di pikiran. Karena ASUS adalah yang pertama kali mengenalkan produk netbook. Yang kemudian diikuti kelatahan vendor-vendor lain. Setelah googling, saya menemukan produk baru dari ASUS, yaitu Eee PC Seashell. Setelah saya cari lebih lanjut, selain spesifikasi yang mumpuni untuk kelas netbook, maka Eee PC Seashell memiliki keunggulan-keunggulan yang tentu saja semakin membuat Eee PC Seashell layak dimiliki, antara lain:

  • Stylish Design: High Glossy IMR, Glare-type LCD, Ultra Slim and Lightweight (about 1-inch and 1-kg)
  • Intuitional SW & Various Content: Eee Docking – Shortcut for easy access; Eee Arena – free content aggregation
  • Great User Comfort: 92% scale K/B, Multi-Touch T/P, Digital Array MIC, Instant Key, SRS Premium Sound™, Fast 2.5” HDD, 1.3M Camera
  • New-Fashioned Mobility: Up to 8.5 hours batt life, 802.11b/g/n, BT v2.1 (optional)

Baterai life nya sampai 8,5 jam?. What the heaven. Baterai dengan jam siaga selama itu akan membantu banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang harus discover ketika di lapangan. Input dan olah data, membuat paper dan tulisan serta catatan perjalanan tentunya akan semakin mudah. Wah, sebuah dream comes true kalau saya punya Eee PC Seashell ketika saya bekerja.

Dari sisi kenyamanan penggunaan, dari banyak review di banyak situs, Eee PC Seashell menawarkan sesuatu yang sulit ditolak. Sungguh Netbook yang nyaman dipakai. Jangan tanyakan tentang desain. Desain tentunya mantap jaya, kalau orang jawa timur bilang. Stylish sangat dan tentunya enak dipandang dan membuat yang punya Eee PC Seashell akan sering senyum-senyum karena netbook miliknya menjadi bahan lirikan banyak orang. Hehe.

Akhirnya saya berharap, tulisan ini menginspirasi banyak orang, terutama yang belum tahu apa itu geodesi, surveyor, delitimasi batas wilayah, dan tentunya kebutuhan netbook handal untuk menunjang segala pekerjaan yang muncul, yang tentu saja, saya pilih Eee PC Seashell donk….

Salam Sukses selalu kawan…..!!!!